Sabtu, 04 Februari 2012
KEUNIKAN SUNGAI DIDALAM LAUT
Sungai
di dalam laut ini semakin menjadi perhatian karena kandungan gas
hidrogen sulfida (H2S) di dalamnya dapat membahayakan biota laut. Namun
demikin tidak berbahaya bagi manusia.
"H2S itu bersifat asam,
apabila bercampur dengan air laut atau garam yang terkandung dalam air
laut, maka gas itu bisa berbahaya bagi biota laut, namun tidak berbahya
bagi manusia," kata Menristek Suharna Surapranata di pembukaan di The
4th GEOSS Asia – Pacific Symposium, Denpasar, Bali, Rabu 10 Maret 2010.
Kendati demikian, Suharna mengakui fenomena
alam itu merupakan bagian dari vulkanologi atau studi tentang gunung
berapi, lava, magma dan fenomena geologi yang berhubungan.
"Di
Indonesia memang belum pernah terjadi, namun sangat mungkin fenomena itu
terjadi karena hal itu merupakan fenomena alam, dan sejauh ini
penelitian tentang sungai bawah laut belum selesai, dan masih melakukan
pemetaan tematik," jelasnya.
Seperti diketahui, 'sungai' bawah
laut yang terjadi di perairan perairan Cenote Angelita, Mexico, pada
kedalaman 60 meter itu bukanlah sungai sebenarnya.
Warna
kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen
sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar.
Disebutkan,
bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah
gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari
saluran pembuangan kotoran. Suasana dalam laut itu mirip sungai lengkap
dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. Ada pohon
lengkap dengan dedaunan jatuh berguguran.



0 komentar:
Posting Komentar